Masyarakat Ramban Wetan Antusias lakukan gerakan OVOP

WhatsApp Image 2017-01-22 at 10.17.11Kranang – Desa ramban wetan, bondowoso Jumat (20/01) pukul 19.00 WIB, banyak warga yang berkumpul di halaman depan rumah kepala desa (Sudarto). Warga berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dan pembekalan 1 dari mahasiswa KKNT UMD Universitas Jember yang bertugas di desa tersebut. Pembekalan ini diikuti oleh 27 orang yang terdiri dari PPIDesa, Perangkat Desa, Kepala Dusun dan Ibu PKK.

Tepat di halaman rumah kepala desa ramban wetan mahasiswa menggelar tikar dengan di lengkapi banner, sound system dan layar proyektor. semua itu merupakan setting dari acara pembekalan 1 yang dilakukan oleh mahasiswa. Tampak warga penuh menempati halaman. Pelatihan tersebut di letakkan di kediaman pak sudarno bukan tanpa alasan, karena balai desa yang biasa digunakan untuk acara pelatihan sedang mengalamin pemugaran. Yudi menyampaikan bahwa “Hasil dari musyawara mahasiswa dengan kepala desa menghasilkan keputusan untuk meletakkan acara pembekalan 1 di rumah kepala desa”.  Untuk waktu acara dilakukan malam hari karena berdasarkan usul dari kepala desa bahwa masyarakat ramban wetan sebagian besar bekerja sabagai petani. Sehingga warga banyak melakukan aktivitasnya di sawah dari pagi hingga sore hari.

Meski acara tersebut dilakukan malam hari tidak mengurangi antusias masyarakat untuk datang dan mengikuti acara. Terbukti dari 30 undangan yang disebar 27 orang datang memenuhi undangan. Setelah dikonfirmasi ternyata 3 orang yang belum bisa hadir dikarenakan pada saat yang bersamaan ada kejadian anak hilang di dusun kranang, sehingga warga yang di undang sebagian ada yang ikut mencari. “meski pun  ada insiden anak hilang, acara tetap bisa berjalan lancar”, kata ma’ruf selaku kordes ramban wetan.  Masyarakat pun mengikuti acara pembekalan hingga selesai dan mahasiswa KKNT UMD menuju rumah yang terkena musibah tersebut dan turut mencari.

Banyak materi yang disampaikan oleh mahasiswa dalam acara pembekalan 1 tersebut. Karyono selaku pemateri dalam acara tersebut menyampaikan bahwa, “Materi yang kami sampaikan pada pembekalan ini adalah penggunaan SAID, pemutakhiran data desa dan kemiskinan desa, perencanaan desa dan produk unggulan desa. Selain materi yang disampaikan oleh pemateri melalui penampilan slide presentasi juga dilakuakan pemutaran video. Dengan metode tersebut bisa mempermudah masyarakat untuk memahami pesan dalam materi yang disampaikan. Materi yang juga disampaikan adalah produk unggulan desa atau istilah yang digunakan yaitu One Village One Product (OVOP).

OVOP merupakan gerakan yang diinisiasi oleh mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Gerakan OVOP juga sudah dilakukan oleh desa – desa di seluruh Indonesia. Melalui gerakan ini diharap dapat memunculkan produk – produk yang di buat dan diangkat dari potensi lokal yang ada di desa. Produk unggulan yang dimaksud merupakan produk dalam bentuk makanan atau minuman, seni dan budaya serta destinasi wisata dan produk kreatif lainnya. Kasang selaku pemateri OVOP menyampaikan bahwa, “Kunci utama dari gerakan ini adalah potensi lokal, formulasi, unik dan kreatif serta kompetitif dalam dunia global”. Selain itu misi yang dibawah oleh mahasiswa berkaitan dengan OVOP yaitu mendampingi masyarakat untuk mengidentifikasi potensi lokal dan menentukan produk unggulan yang dapat dihasilkan dari sumber daya yang ada. Dalam kondisi demikian mashasiswa memiliki konsep dan masyarakat memiliki pengalaman, sehingga perlu ada sinergi dan kerjasama yang dilakukan antara mahasiswa dengan masyarakat.

Melihat potensi yang ada di ramban wetan dapat dihasilkan beberapa produk untuk dijadikan produk unggulan. Potensi sumber daya alam yang dimiliki yaitu jahe dan kunyit, sedangkan potensi lainnya yaitu silat kuda putih dan sungan kranang. Berdasarkan penyampaian dari fran selaku perangkat desa bagian pemberdayaan masyarakat,”Warga desan ramban wetan memiliki produk kopi jahe yang telah dimunculkan oleh mahasiswa KKNT UMD Gelombang I. “Dengan potensi yang ada diharap dapat dimaksimalkan sehingga bisa menjadi produk unggulan desan ramban wetan”, Kata pak Sudarto selaku kepala desa.(Kas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*