Wabah Cikungunya Melanda Desa Ramban Wetan

WhatsApp Image 2017-01-22 at 10.17.33

Krajan – Pagi hari (17/01) terlihat petugas dari dinas kesehatan sedang menenteng alat penyemprot asap (Fogging) yang biasa digunakan untuk memberantas nyamuk.  Kedatangan petugas tersebut bukan karna tanpa alasan, sebab berdasarkan laporan dari puskesmas kecamatan cermee beberapa warga dari desa ramban wetan masuk rumah sakit lantaran terkena cikungunya. Ada 3 oarng warga yang dirujuk ke puskesma selama satu minggu ini, kata wil (kasun Krajan 02). Tiga warga tersebut merupakan warga dari dusun krajan 01 dan 02.

Saat musim hujan tiba masyarakat memang perlu waspada dengan penyakit epidemi yaitu cikungunya. Panyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti atau Aedes Albopitus yang membawah virus cikungunya. Virus tersebut termasuk alfavirus dari kelompok Togaviridae . nyamuk jenis ini banyak ditemukan dinegara – negara tropis. Tempat berkembang biak yang baik bagi nyamuk ini adalah kamar mandi dan vas atau pot bunga yang terdapat genangan air. Umumnya nyamuk ini beraktivitas pada siang hari, namun gigitan terjadi terutama pada dini hari dan sore. Gejalah yang akan dialami oleh seseorang yang terkena gigitan nyamuk ini yaitu demam tinggi disertai nyeri pada persendian, keluarnya bintik – bintik merah disekujur tubuh, sakit kepala tidak tertahan, nyeri otot dan mual.

Seperti yang disampaikan oleh pak suradi selaku kepala dusun krajan 1, “banyak warga yang terserang cikungunya, memiliki bunga yang ditanam dalam pot dan vas bunga di pekarangan rumah”. Lain halnya dengan pak wil yang seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang semuanya terserang cikungunya, sehingga 4 bulan penuh harus mendapatkan perawatan medis. Dirumah pak wil terdapat kamarmandi sederhana yang banyak genangan – genangan air. Sampai kemarin, telah dikonfirmasi kepada rumah sakit bahwa tidak ada korban meninggal karena wabah penyakit ini namun kewaspadaan masyarakat harus lebih ditingkatkan mengingat musim hujan akan berlangsung hingga bula februari.

Dinas kesehatan kabupaten bondowoso yang turun  saat itu menyampaikan kepada tim KKNT UMD yang kebetulan tengah beraktivitas berkunjung ke rumah – rumah RT bahwa “mahasiswa KKN bisa berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan dinas kesehatan kabupaten bodowoso untuk sosialisasi dan penyebaran obat temefos (Abate) kepada warga”. Menanggapi hal tersebut koordinator desa (kordes) ramban wetan Ma’ruf menyampaikan “Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait untuk membantu warga terhindar dari penyakit cikungunya”. Memang dalam penanggulangan meluasnya wabah ini perlu ada sinergi antara masyarakat, pemerintah dan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*