Sapi Sebagai Alat Tradisional Bajak Sawah

sapi

Jugruk – Desa Ramban Wetan, Bondowoso. Sapi adalah jenis hewan yang sering digunakan para petani dalam mengolah atau membajak sawah dan tanah. Pembajakan sawah dan tanah dilakukan sebelum proses penanaman bibit padi yang sebelumnya belum disemai. Saat ini jenis bajak sawah yang menggunakan tenaga sapi sudah jarang dijumpai bahkan hampir tidak terlihat lagi disawah-sawah. Peran hewan itu sudah tergantikan dengan mesin traktor. Tetapi di Dusun Jugruk ini masyarakat masih menggunakan alat tradisional untuk membajak tanah. Karena menggunakan alat tradisional dapat menghemat biaya dibandingkan mengguanakan alat modern. Masyarakat dusun Jugruk menggunakan sapi untuk membajak tanah. Untuk pembajakan sawah tidak hanya menggunakan satu sapi, tetapi menggunakan dua sapi tujuannnya untuk lebih cepat selesai. Bapak Heru menyampaikan “membajak sawah dengan sapi lebih murah biayanya dibandingkan menggunakan mesin dan tanahnya tidak rusak”.

Dapat dilihat juga pembajak sawah modern hasilnya sangat jauh dibandingkan dengan menggunakan tenaga hewan. Menggunakan sapi juga tidak bisa terlalu lama, biasanya hanya setengah hari karena hewan itu perlu istirahat, apabila terus dilanjutkan akan berakibat fatal. Sementara apabila menggunakan mesin traktor sekuat orang mengoprasikan mesin. Sebagaimana diketahui kalau membajak tanah menggunakan hewan secara waktu emang lama tetapi tidak menimbulkan pencemaran pada tanah malah kadang sapinya buang kotoran dan bisa menjadi pupuk alami untuk kesuburan tanah. Sementara dengan mesin traktor dari segi pengerjaan memang lebih cepat, tetapi yang namanya mesin menggunakan bahan bakar yang jatuh ke tanah membuat tanah kehilangan unsur-unsur penyubur tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*